SERVICE CENTER : BBM. Telp. ALAMANDA TANAMAN HOKI / SUJI
SERVICE CENTER : BBM. Telp. ALAMANDA TANAMAN HOKI / SUJI

Rabu, 01 April 2015

Alamanda Bambu Hoki

Perkebunan SUJI di Sukabumi
BAMBU Rejeki kini banyak dicari. Konon, tanaman ini pembawa hoki. Di sisi lain, tanaman hias ini bila disandingkan atau ditempatkan di meja atau pojok ruangan akan tampak asri, indah dan menawan. Masyarakat menyukai tanaman tak berkayu karena bisa dibentuk dengan berbagai pola, dibentuk kepang misalnya.
Satu pohon Bambu Rejeki bisa dibeli seharga sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 1 juta-an. “Umumnya untuk pengias meja ruangan tamu, teras atau ruang kantor agar tampak asri, indah, menyejukan dan mempesona,”.
Ditinjau dari sisi fengshui (ilmu pengetahuan tentang keselarasan angin dan air), perpaduan antara beton atau bangunan dan pohon atau taman sangatlah dianjurkan. Secara klasik dapat digambarkan bahwa perpaduan itu berupa keseimbangan antara unsur yin dan yang hendaknya diperhatikan guna menjaga keselarasan hidup. “Menanam Bambu Rejeki dalam pot di ruang keluarga, membawa hal baik. Jika memungkinkan dekat jendela,”  Pemerhati fengshui.
Jika kita memperhatikan lebih jauh, perpaduan antara "yin dan yang" akan berdampak positif bagi yang mempraktikkannya. Hal ini bisa terjadi karena sinergi dari keduanya bisa menimbulkan “chi” atau hawa yang bagus.
Bagaimanapun juga, apakah tanaman itu besar atau kecil, secara ilmu biologi dari proses fotosintesis tanaman mengeluarkan oksigen yang sangat diperlukan oleh manusia. Namun, pada malam hari tanaman tersebut justru memerlukan oksigen. Oleh karena itu, sesuaikan tanaman dengan kondisi rumah.
“Unsur yang bisa diidentikkan dengan unsur yang keras (panas) adalah bangunan. Adapun unsur yin bersifat kebalikannya, yaitu lembut (dingin) seperti Bambu Rejeki ini,”.
Menurut Teguh, jika sebuah kawasan dengan unsur yang terlalu berlebihan dan tanpa adanya unsur yin, hal ini akan berpengaruh pada penghuni kawasan itu sendiri. Demikian pula sebaliknya, jika unsur yin terlalu dominan, juga memberi dampak yang kurang baik bagi penghuni kawasan itu.
Maka, perpaduan yang serasi antara keduanya akan menghasilkan sinergi yang bagus sehingga membawa kesejahteraan bagi penghuni kawasan tersebut.
“Secara logika, jika kita memasuki sebuah rumah dengan pemandangan yang serasi, sebutlah misalnya, terhampar taman di sekitarnya akan membawa kedamaian sebelum kita memasuki bangunan tersebut,”.
Hal ini, akan berpengaruh baik bagi penghuni bangunan itu sendiri maupun orang yang datang bertamu sehingga perasaan nyaman akan timbul sebelum memasuki bangunan tersebut.
Jika rumah Anda termasuk berlahan sempit, Bambu Rejeki bisa ditanam di pot. Tanaman Bambu Rejeki juga diyakini oleh banyak orang sebagai tanaman yang paling baik sebagai penyaring udara, untuk mendatangkan chi (hawa) positif

Pembudidayaan Bambu SUJI
Tanaman SUJI ( Dracaena Sanderiana ) diolah menjadi kerajinan Tanaman Hias dengan bentuk yang unik, oleh para petani didaerah Kampung Selabintana wetan Desa Sudajaya Girang Kec/Kab Sukabumi, dan diberi nama Kelompok Tani ALAMANDA, yang berdiri Tanggal 2 Agustus 2008. Para Petani ini sangat berpotensi karya seni dengan kualitas Export 
Pengembangan Potensi para Petani ini diwujudkan Usaha Agribisnis tanaman hias yang berdaya saing tinggi dan bernilai tambah, meningkatkan Kemampuan manajemen agribisnis sehingga mampu menciptakan kemitraan dan pengembangan Usaha, memberikan pelatihan kepada Anggota Kelompok Tani dan Masyarakat sekitar dalam meningkatkan Pendapatan, Pengetahuan, Keterampilan dan Kewirausahaan disektor Agribisnis.
Demi menunjang nya  kesejahteraan  Kelompok Tani Alamanda juga mempunyai Mitra Usaha yang khusus nya dibidang Pemasaran/Trading yaitu Cv.Riankarya yang memasarkan Suji ke pasar Lokal dan Export, yang mana hasil karya seni kami telah di akui kualitas dan beragam model nya oleh  pembeli lokal seperti dari kota Jakarta, Surabaya, Makasar, Batam dan juga Ekspor khususnya ke negara Timur Tengah Yaitu Saudi Arabia, Dubai, Iran, Ajorbaizan, korea,  Canada, Singapura, dan Malaysia. 

Rangkaian Bambu Hoki ( SUJI )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar